Pengertian Infak Fid-Din: Dalil, Fungsi, dan Penerimanya dalam Islam

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan kepada kita berbagai nikmat, terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, serta nikmat-nikmat lainnya yang sampai saat ini masih kita rasakan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kita akan membahas tentang pengertian infak fid-din fungsi nya serta penerima infak tersebut
Pengertian Infak Fid-Din
Infak fid-din adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan agama Islam dan berbagai kegiatan yang bertujuan menegakkan, menyebarkan, serta mendukung syiar Islam. Kata fid-din berarti “dalam agama”, sehingga infak fid-din merupakan bentuk pengorbanan harta yang digunakan untuk kemaslahatan agama dan umat Islam.
Infak termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu keberlangsungan berbagai kegiatan keagamaan.
Dalil Tentang Infak
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
QS. Al-Baqarah Ayat 195
Arab:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, serta berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

QS. Al-Baqarah Ayat 261
Arab:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Dan adapun fungsi nya Fungsi Infak Fid-Din
Berikut beberapa fungsi infak fid-din dalam kehidupan umat Islam:
-Menegakkan syiar Islam.
-Mendukung kegiatan dakwah.
-Membantu pendidikan Islam.
-Memakmurkan masjid dan mushala.
-Menyebarkan ilmu agama.
-Mempererat ukhuwah Islamiyah.
-Mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Infak fid-din dapat disalurkan kepada pihak-pihak yang mendukung kepentingan agama Islam, antara lain:
Masjid dan mushala.
Pesantren dan madrasah.
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ).
Lembaga dakwah Islam.
Guru ngaji dan dai.
Kegiatan pengajian dan majelis taklim.
Percetakan dan distribusi Al-Qur’an.
Program pendidikan dan pembinaan umat Islam.
Kegiatan sosial keagamaan yang bermanfaat bagi umat.

Hikmah Berinfak Fid-Din
Berinfak untuk kepentingan agama memiliki banyak hikmah, di antaranya membersihkan harta, melatih keikhlasan, meningkatkan kepedulian terhadap umat, serta menjadi investasi amal yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain.
Tidak ada ketentuan jumlah tertentu yang wajib dibayarkan untuk infak fid-din infak fid din juga termasuk amalan sukarela (sunnah), sehingga besarnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖ ۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّاۤ اٰتٰٮهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَاۤ اٰتٰٮهَا ۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا
liyungfiq zuu sa’atim ming sa’atih, wa mang qudiro ‘alaihi rizquhuu falyungfiq mimmaaa aataahulloh, laa yukallifullohu nafsan illaa maaa aataahaa, sayaj’alullohu ba’da ‘usriy yusroo

“Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.”
(QS. At-Talaq: 7)
Akan tetapi setiap org yang mmpunyai penghasilan tetap atau mampu serta org yang berpenghasilan lebih menetapkan target yang di tetap kan yaitu 2,5% atau lebih dari penghasilan bulanan sebagai infak rutin.
Yang terpenting adalah:
Harta yang diinfakkan halal.
Dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Tidak memberatkan diri atau mengabaikan kebutuhan wajib keluarga.

Infak fid-din merupakan amalan mulia yang dilakukan dengan mengeluarkan sebagian harta untuk mendukung kepentingan agama Islam. Dengan berinfak, seorang muslim turut berperan dalam menegakkan syiar Islam, membantu pendidikan agama, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Semoga Allah SWT menerima setiap infak yang kita keluarkan dan melipatgandakan pahalanya. Aamiin ya rabbal’alamin

Leave a Comment