Puasa 10 Muharram (Puasa Asyura): Pengertian, Keutamaan, Niat, dan Tata Cara

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Puasa 10 Muharram (Puasa Asyura): Pengertian, Keutamaan, Niat, dan Tata Cara

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan kepada kita berbagai nikmat, terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, serta nikmat-nikmat lainnya yang sampai saat ini masih kita rasakan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang puasa 10 muharram lengkap dengan Pengertian, Keutamaan, Niat, dan Tata Cara pelaksanaan nya

Pengertian Puasa 10 Muharram


Puasa 10 Muharram atau yang dikenal dengan Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Puasa ini memiliki keutamaan yang besar karena dianjurkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab yang berarti “sepuluh”, yaitu merujuk pada tanggal 10 Muharram.
Dalil Puasa Asyura
Dari sahabat Abu Qatadah, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa Asyura bagi umat Islam.
Sejarah Puasa Asyura
Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Mereka berpuasa sebagai bentuk syukur karena Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS, lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari tersebut.


Keutamaan Puasa 10 Muharram


1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Keutamaan terbesar puasa Asyura adalah diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu dengan izin Allah SWT.
2. Menghidupkan Sunnah Rasulullah ﷺ
Melaksanakan puasa Asyura merupakan bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.
3. Mendapatkan Pahala yang Besar
Setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.


Niat Puasa Asyura

Niat puasa Asyura dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu Zuhur selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Lafaz Niat:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ‘Asyuraa sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Puasa Asyura
Berniat karena Allah SWT.
Makan sahur sebelum terbit fajar.
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal saleh lainnya.
Berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba.
Dianjurkan Berpuasa 9 dan 10 Muharram
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) bersama tanggal 10 Muharram agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.
Dengan demikian, terdapat beberapa pilihan:
Puasa 9 dan 10 Muharram.
Puasa 10 dan 11 Muharram.
Puasa 9, 10, dan 11 Muharram.
Hikmah Puasa Asyura
Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Melatih kesabaran dan pengendalian diri.
Mengingat perjuangan para nabi dalam menegakkan kebenaran.
Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Penutup
Puasa 10 Muharram atau Puasa Asyura merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, puasa ini juga menjadi kesempatan untuk meraih ampunan dosa setahun yang lalu. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sunnah ini setiap datangnya bulan Muharram.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin.

Leave a Comment