Pengertian Tartil Ciri-Ciri, dan Tujuannya
Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Membacanya bukan sekadar melafalkan huruf-huruf hijaiyah. tetapi di baca dengan fasih benar.Salah satu cara membaca Al-Qur’an yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan tartil.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Membaca Al-Qur’an dengan tartil bukan hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjaga kemurnian lafaz
Pengertian Tartil
Tartil adalah cara membaca Al-Qur’an dengan pelan, tenang, jelas, dan sesuai kaidah tajwid, tidak tergesa-gesa, serta memperhatikan makhraj dan panjang-pendek bacaan.
Dasar Perintah Tartil dalam Al-Qur’an
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Ayat ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tartil adalah perintah langsung dari Allah.
Ciri-Ciri Membaca Tartil
Huruf jelas dan tidak ditelan
Setiap huruf dibaca sesuai makhrajnya (tempat keluarnya huruf).
Panjang pendek (mad) sesuai aturan
Tidak memanjangkan yang pendek dan tidak memendekkan yang panjang.
Berhenti (waqaf) di tempat yang benar
Tidak berhenti sembarangan yang dapat mengubah makna.
Dibaca dengan penghayatan, bukan tergesa-gesa
Membaca dengan hati yang tenang dan penuh kekhusyukan.
Tujuan Membaca dengan Tartil
Membaca Al-Qur’an secara tartil memiliki banyak tujuan dan manfaat, di antaranya:
-Memahami Makna Al-Qur’an
Dengan membaca perlahan, kita lebih mudah merenungi arti ayat yang dibaca.
-Menjaga Keaslian Bacaan
Tartil membantu menjaga kemurnian lafaz Al-Qur’an sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ.
-Mendapat Pahala Lebih Besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa berat, maka ia mendapat dua pahala.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan membaca Al-Qur’an dengan baik dan sungguh-sungguh.
Perbedaan Tartil, Hadar, dan Tadwir
Dalam ilmu tajwid, terdapat beberapa tingkatan kecepatan membaca Al-Qur’an
Dengan bacaan yang pelan, jelas, dan penuh penghayatan, hati menjadi lebih tenang dan makna ayat lebih mudah meresap ke dalam jiwa.
Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami kandungannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.