Doa Ketika Mendapat Musibah


Musibah bisa datang kepada siapa saja dan dalam bentuk yang berbeda-beda. Kehilangan orang yang disayangi, mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan, sakit, terkena bencana, atau menghadapi masalah yang berat tentu bukan sesuatu yang mudah untuk diterima.
Dalam keadaan seperti itu, seorang Muslim dianjurkan untuk bersabar dan tetap mengingat Allah SWT. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membaca doa ketika mendapat musibah, sambil berusaha menghadapi keadaan dengan sebaik-baiknya.

Doa Ketika Mendapat Musibah

Ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar seorang Muslim memohon pahala kepada Allah dan berharap mendapatkan pengganti yang lebih baik.

Berikut bacaannya:


إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Latin:
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn. Allâhumma’jurnî fî mushîbatî, wa akhlif lî khairan minhâ.
Artinya:
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Doa ini bersumber dari hadis Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa tersebut ketika seseorang tertimpa musibah.

Apa Arti “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un”?

Kalimat:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

dibaca:

Inna lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn.

Artinya:
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.”
Kalimat ini disebut istirja. Banyak orang mungkin hanya mengucapkannya ketika mendengar kabar kematian. Padahal, maknanya lebih luas.

Istirja dapat diucapkan ketika seorang Muslim mendapatkan berbagai macam musibah atau sesuatu yang tidak menyenangkan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.’
QS. Al-Baqarah: 156

Ayat berikutnya menjelaskan bahwa mereka memperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah serta mendapatkan petunjuk.

Mengapa Kita Dianjurkan Membaca Doa Saat Mendapat Musibah?

Saat musibah terjadi, manusia biasanya langsung merasa sedih, takut, kecewa, atau bingung. Perasaan seperti itu merupakan hal yang wajar.

Doa membantu kita mengingat bahwa apa pun yang terjadi tetap berada dalam pengetahuan dan kehendak Allah SWT.

Bukan berarti kita tidak boleh bersedih. Islam tidak mengajarkan manusia untuk pura-pura kuat ketika sedang mengalami kesulitan. Yang diajarkan adalah tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Dengan berdoa, kita berusaha menenangkan hati sekaligus memohon agar Allah memberikan kekuatan untuk melewati keadaan tersebut.

Sabar Bukan Berarti Diam Tanpa Berusaha

Ada anggapan bahwa bersabar ketika mendapat musibah berarti hanya menerima keadaan tanpa melakukan apa-apa. Pemahaman seperti itu kurang tepat.

Sabar dapat berjalan bersama ikhtiar.

Jika kehilangan pekerjaan, misalnya, kita tetap berusaha mencari pekerjaan lain. Jika mengalami masalah keuangan, kita mencari jalan keluar dengan cara yang halal. Jika terkena bencana, kita menyelamatkan diri terlebih dahulu dan mengikuti arahan petugas.

Setelah berusaha semaksimal mungkin, kita menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Inilah salah satu bentuk tawakal yang perlu dijaga ketika menghadapi keadaan sulit.

Doa Ketika Mendengar Orang Lain Mendapat Musibah

Ketika mendengar kabar bahwa saudara, teman, tetangga, atau orang lain sedang mengalami musibah, kita juga sebaiknya tidak hanya berkata, “Semoga kuat.”

Kita bisa mendoakannya secara langsung, misalnya:

Semoga Allah memberikan kesabaran, kekuatan, dan jalan keluar terbaik. Semoga musibah ini menjadi penghapus dosa dan Allah memberikan kebaikan setelahnya.”

Jika musibah tersebut berupa kematian, kita dapat mengucapkan:

Inna lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn.

Kemudian mendoakan orang yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan.

Jangan Terburu-buru Menganggap Musibah sebagai Hukuman

Ketika seseorang mendapatkan musibah, kita sebaiknya tidak mudah mengatakan bahwa musibah tersebut pasti merupakan hukuman dari Allah.

Kita tidak mengetahui perkara gaib dan tidak mengetahui alasan sebenarnya di balik suatu kejadian.

Musibah bisa menjadi ujian, pengingat, sebab seseorang semakin dekat kepada Allah, atau menjadi jalan datangnya kebaikan yang belum kita ketahui.

Karena itu, sikap yang lebih baik adalah mengambil pelajaran, memperbaiki diri, membantu orang yang sedang mengalami kesulitan, dan tetap berbaik sangka kepada Allah.

Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Mendapat Musibah

Selain membaca doa, ada beberapa hal yang dapat dilakukan ketika menghadapi musibah.

Memperbanyak istighfar

Membaca istighfar dapat menjadi salah satu bentuk dzikir untuk mengingat Allah.


أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullah.
Artinya:

Aku memohon ampun kepada Allah.”

Memperbanyak doa

Sampaikan kesedihan, kebutuhan, dan harapan kepada Allah. Tidak harus menggunakan kalimat yang panjang. Doa sederhana yang keluar dari hati pun dapat menjadi bentuk penghambaan kepada-Nya.

Tetap menjalankan salat

Sebesar apa pun masalah yang sedang dihadapi, jangan meninggalkan salat. Justru dalam keadaan sulit, kita semakin membutuhkan pertolongan Allah.

Bersabar dan tidak berputus asa

Kesulitan yang sedang dihadapi mungkin terasa berat hari ini. Namun, keadaan dapat berubah. Karena itu, jangan sampai musibah membuat kita kehilangan harapan kepada Allah.

Mengambil hikmah

Setelah keadaan mulai tenang, cobalah melihat kembali apa yang dapat dipelajari dari kejadian tersebut. Bisa jadi ada banyak pelajaran yang sebelumnya tidak kita sadari.

Keutamaan Sabar Ketika Mendapat Musibah

Musibah memang menyakitkan, tetapi Islam memberikan kabar gembira bagi orang yang mampu bersabar.

Kesabaran bukan berarti tidak menangis atau tidak merasa sedih. Seseorang tetap boleh merasakan kehilangan. Yang perlu dijaga adalah ucapan dan sikap agar tidak sampai menyalahkan Allah atau berputus asa dari rahmat-Nya.

Orang yang bersabar dan tetap mengingat Allah ketika mendapatkan musibah memiliki kedudukan yang mulia. Al-Qur’an bahkan menyebutkan adanya rahmat dan petunjuk bagi orang-orang yang mengucapkan istirja ketika tertimpa musibah.

Penutup

Tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu kapan ujian akan datang. Karena itu, membiasakan diri mengingat Allah dalam keadaan senang maupun susah merupakan sesuatu yang baik.

Ketika musibah datang, ucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”, kemudian bacalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

Allahumma’jurni fi mushibati, wa akhlif li khairan منها.”

Semoga Allah memberikan kesabaran kepada setiap orang yang sedang menghadapi ujian, menguatkan hati yang sedang bersedih, memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, dan mengganti setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Leave a Comment